JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham emiten pengolahan sarang burung walet, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), pada perdagangan sesi I Rabu, 21 Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga saham yang sangat signifikan secara kumulatif sejak melantai di bursa pada akhir 2025. Selain fenomena pasar modal, industri ini tengah menyoroti kenaikan harga komoditas sarang walet premium yang kini menyentuh angka Rp17,5 juta per kilogram di tingkat pengepul tertentu.

Detail Perkembangan Pasar

Kenaikan harga saham RLCO yang mencapai titik tertinggi baru ini dipicu oleh rencana ekspansi perusahaan untuk menembus pasar Amerika Serikat dan Thailand pada tahun 2026. Di sisi lain, pemerintah daerah di berbagai wilayah, seperti Kutai Kartanegara dan Kotawaringin Timur, mulai melakukan pendataan ulang gedung walet untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak yang selama ini dinilai belum maksimal.

Kutipan Resmi

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa tindakan suspensi ini merupakan bagian dari perlindungan investor.

“Penghentian perdagangan efek untuk sementara ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan Bursa kepada investor, mengingat terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham RLCO,” ujar Yulianto.

IndikatorNilai/Data
Harga Sarang Walet PremiumRp17.500.000 per kg
Harga Rata-Rata NasionalRp8.000.000 – Rp13.000.000 per kg
Bunga KUR Mikro Peternak Walet6% per tahun
Target PAD Walet (Kotim)Rp260.000.000 (Tahun 2026)
Total Ekspor (Tahun 2025)894,86 ton

Penutup

Modernisasi industri kini menjadi fokus utama dengan mulai diadopsinya teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau suhu dan kelembapan gedung secara otomatis. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga terus mendorong peternak lokal untuk memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna meningkatkan kualitas produksi agar memenuhi standar protokol ekspor ke Tiongkok dan pasar internasional lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Posting terkait