Memasuki pekan keempat Januari 2026, industri sarang burung walet (SBW) Indonesia kembali diguncang kabar dari Tiongkok. Pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut dilaporkan mulai memberlakukan sistem “Digital Traceability 2.0” yang jauh lebih ketat. Kabar ini langsung memicu fluktuasi harga di tingkat pengepul dan membuat para petani di daerah mulai was-was.
Langkah ini diambil Tiongkok untuk memastikan setiap gram sarang walet yang masuk benar-benar berasal dari gedung yang terdaftar secara resmi dan bebas dari kontaminasi kimia.
Mengapa Ini Menjadi Berita Besar?
Jika selama ini sertifikasi NKV (Nomor Kontrol Veteriner) sudah dianggap berat, aturan baru ini menuntut transparansi data yang lebih dalam. Setiap kemasan sarang walet kini harus memiliki kode QR yang bisa melacak hingga ke titik koordinat gedung asal.
- Dampak pada Harga: Sarang walet dari gedung yang sudah “terverifikasi digital” harganya tetap stabil di angka Rp10 juta – Rp12 juta per kilogram. Namun, sarang dari gedung yang belum terdata justru mengalami tekanan harga hingga di bawah Rp7 juta.
- Seleksi Alam bagi Pengepul: Pengepul kini tidak lagi sembarangan membeli barang. Mereka hanya mencari barang “bersih” yang memiliki rekam jejak perawatan gedung yang jelas.
Potensi “Pasar Gelap” dan Risiko Petani
Ketatnya aturan ini memunculkan kekhawatiran baru: maraknya jalur ekspor ilegal melalui negara ketiga. Namun, para pakar industri memperingatkan bahwa risiko ini sangat tinggi.
“Petani jangan tergiur dengan tawaran harga tinggi dari oknum yang menjanjikan jalur belakang. Jika ketahuan, gedung Anda bisa di-blacklist permanen dari daftar ekspor resmi,” ujar salah satu pengamat agrobisnis walet nasional.
Fenomena ini menunjukkan bahwa bisnis walet di tahun 2026 bukan lagi sekadar soal “punya gedung dan suara bagus”, tapi juga soal kepatuhan terhadap standar kesehatan internasional.
Langkah Penyelamatan: Apa yang Harus Dilakukan?
Bagi Anda para pemilik RBW, jangan panik. Ada beberapa langkah konkret yang bisa diambil agar produk Anda tetap laku di pasar premium:
- Segera Urus Sertifikasi: Pastikan gedung Anda terdata di dinas terkait untuk mendapatkan nomor registrasi resmi.
- Gunakan Produk Perawatan Standar Ekspor: Hindari penggunaan parfum atau bahan kimia yang mengandung nitrit tinggi. Gunakan produk yang sudah teruji aman seperti seri dari Sufar Sinar 77.
- Jaga Kebersihan Sarang: Fokuslah menghasilkan sarang putih bersih secara alami. Di tengah aturan ketat, kualitas “mangkok putih” tanpa pemutih adalah primadona yang harganya tak akan goyah.
Kesimpulan
Berita hari ini menjadi pengingat bahwa industri walet sedang bergerak menuju profesionalisme total. Aturan Tiongkok memang menyulitkan di awal, namun ini adalah cara untuk membersihkan pasar dari pemain curang dan menjaga nilai jual “Emas Putih” Indonesia dalam jangka panjang.







Tinggalkan Balasan